PENDAFTARAN TELAH DIBUKA, SILAHKAN KLIK MENU PENDAFTARAN! PENDAFTARAN GRATIS HINGGA 30 NOVEMBER 2014!

Senin, 22 September 2014

Catatan Perjalanan Ekspedisi Elbrus STAN 2011

Jika orang mengatakan “experience is the best teacher”, maka pengalamanku September ini adalah mahagurunya. Berawal dari sebuah rencana ekspedisi pendakian ke luar negeri yaitu Mount. Elbrus di Russia oleh organisasi pecinta alam STAN, STAPALA. Mulai dari persiapan pencarian dana,  seleksi calon atlet, perijinan dll, akhirnya berangkatlah empat orang pemuda yang telah ditempa selama berbulan-bulan. Saya , Prabu Kusuma a.k.a Kus-Kus, Frassetto Dahniel a.k.a Gaek, dan yang paling muda Hifzil Lahuda a.k.a Ijil.

Pada tanggal keberangkatan diadakan upacara pelepasan atlet sebelum menuju Bandara Soetta. Upacara yang sederhana namun cukup membuat saya merasa menjadi harapan banyak orang. Dihadiri oleh teman-teman STAPALA, salah satu orang tua atlet, beberapa senior dan tentu saja pelatih kami, Bang Rachmad. Setelah sambutan demi sambutan selesai, kami berangkat. Tiga mobil penuh dengan teman-teman ikut mengantar sampai bandara. Sekali lagi, detik-detik menjelang boarding, jabat tangan, pelukan erat teman-teman dan tepukan melayang ke pundak kami. Kalimat-kalimat motivasi terlontar dari mulut mereka sambil melambaikan tangan. Sampai ketemu 12 hari lagi

Minggu, 04 September 2011 dini hari ,kami take off, terbang menggunakan pesawat Fly Emirates seat  kelas ekonomi menuju Moscow. Inilah kali pertama saya naik pesawat, ternyata enak juga ya terbang hehe… Setelah menempuh perjalanan selama delapan jam, kami transit di bandara Dubai. Bandara yang katanya mewah ini memang benar adanya. Bisa dibilang ini bukan bandara, tapi mal yang super duper besar. Barang-barang merk internasional ada disini, pun dengan kulinernya, mulai dari masakan orang item, orang mancung, orang geleng-geleng, hingga orang sipitpun ada. Oh iya, kami sempat lihat Timnas senior Indonesia sedang makan di salah satu restoran bandara. Mereka juga transit di Dubai usai laga tandang di Iran

Mau Sukses Belajar ? Baca Ini dulu!


1. Belajar tanpa Mood

Belajarlah karena kesungguhan kita untuk berubah, jangan belajar hanya dengan berlandaskan mood saja.
iya kalau pas nice mood, la kalau pas bad mood kita jadikan alasan untuk kita tidak belajar, saya berani jamin ilmu yang anda pelajari akan sama halnya dengan air yang menetes di lapangan panas, sangat mudah menguap. Jadi jangan pernah belajar berdasarkan mood ya kalau ingin hasil yang memuaskan.

2. Belajarlah di manapun anda suka
Carilah tempat yang nyaman dan dapat menenangkan pikiran kita sewaktu belajar, dengan keadaan yang nyaman kita akan lebih mudah dalam memahami materi.

3. Jangan belajar terlalu banyak ketika akan ujian
Inilah sebuah doktrin yang saya rasa sangat keliru, "kamu harus belajar sungguh-sungguh, besok ada ujian"..kira-kira teman-teman sudah mendengar ocehan yang seperti itu? Ini adalah kesalahan, sebenarnya ketika akan ujian itu kita gunakan untuk merehat otak sekejap, justru pas hari-hari biasalah kita harus sungguh-sungguh. Sistem KS (kebut semalam) sangat merusak cara berpikir kita, karena hanya akan menimbulkan tekanan bukan pengetahuan.

4. Belajar sambil diskusi
Belajar secara kelompok memang dimaksudkan agar seseorang yang kurang mampu memahami materi bisa berdiskusi dengan orang yang sudah paham. Sehingga pertukaran ide terus berjalan, yang pintar tidak semakin pintar, begitu pula yang bodoh tidak semakin terperosok. Semua bisa menjadi seimbang.

Sekelumit Kisah di Balai Diklat Keuangan Manado


STAN, kenapa jadi favorit? Saya sendiri tidak tahu. Saya masuk sini karena tertarik dengan gratisnya. Ditambah orang-orang sekitar menggebu-gebu untuk mendukung saya habis-habisan agar gabung di STAN.
Setelah masuk di sini pun, ternyata enjoy juga.

STAN itu tidak semengerikan dari yang dibayangkan orang-orang. Tetapi STAN berhasil menciptakan para mahasiswanya merasa ngeri sendiri terhadap peraturan yang harus dipatuhinya. Yang secara tidak langsung menciptakan sebuah tanggung jawab. Yaitu Belajar dan patuh. Ancaman drop out menjadi jurus paling ampuh untuk mentakut-takuti. Berhasil membuat kikuk para mahasiswanya. STAN merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan RI. Tak perlu lagi saya menjelaskan lebih detail mengenai STAN. Karena bisa search di google. Dan banyak sekali informasi yang bisa kita dapat mengenai kampus ini.

Kita ulas dulu beberapa hal yang teman-teman kadang kurang tahu.
Pertama, tahu tidak kalau keterima STAN, tidak ngejamin kita bakalan menikmati indahnya kampus STAN pusat yang megah itu. Saya mahasiswa STAN, dan saya tidak pernah tau bagaimana rupa kampus STAN yang megah itu, selain lewat gambar-gambar. Saya mendapat jatah untuk melaksanakan pendidikan di Manado.

Kedua, tahu tidak kalaupun sudah diterima, tidak ngejamin kita bakalan lulus dengan santainya? Masih ada sistem D.O. Saya tidak begitu tahu bagaimana sistem D.O kalau di kampus pusat. Menurut kebanyakan orang sih lebih killer. Sebenarnya di mana-mana sama saja. Sistem D.O menjadi ampuh untuk menghimpun tanggung jawab mahasiswa. Meskipun kata D.O di sini jarang dibicarakan, tapi D.O tetap saja menjadi momok bagi semua mahasiswanya di seantero negeri.

Bang Zega, Seorang Kepala Balai Diklat Keuangan Manado yang Asyik Abis!


Pertama kali bertemu saya sempat ragu. Seorang Kepala Balai Diklat yang perawakannya kecil. Tetapi perawakan tak menentukan jiwa beliau yang sangat besar. Karena faktanya, seorang pemimpin bukanlah dilihat dari fisiknya, melainkan dari jiwanya. Dan Bang Zega, sungguh orang yang inspiratif, kontroversional, dan berjiwa besar.

Setiap cerita hidupnya sungguh sangat memotivasi. Setiap apa yang dilakukannya sungguh inspiratif. Dan setiap gurauannya selalu kontroversional. Namun itu semua membuatnya menjadi seorang yang sangat dihormati dan disegani. Bang Zega merupakan seorang pemimpin. Pemimpin yang benar-benar pemimpin, bukan hanya teori. Dia bisa menjadi bapak, bisa menjadi teman, bisa pula menjadi atasan. Bang Zega selalu mampu menempatkan dirinya di posisi yang tepat.

Bang Zega, berangkat dari kehidupan yang keras, berhasil menempa diri menjadi orang yang tangguh dan telah mampu menaklukkan dunia yang keras ini. Beliau selalu saya jadikan inspirasi ketika saya mengalami kesusahan. Beliau lah yang tiap perkataan, dan bahkan gurauan, selalu memberikan arti tertentu. Terkadang tiap permainannya selalu memiliki makna tersirat. Entah mau bagaimana lagi saya menjelaskan tentang Bang Zega. Terlalu banyak tulisan ini jika harus saya ulas satu per satu.

Sudah Kenal dengan STAN? Berani Daftar? Ayo...



 Hal yang perlu ada ketahui tentang STAN.
Ini bukan untuk menakut-nakuti. Tetapi agar teman-teman bisa tahu lengkap mengenai STAN. Baca juga kehebatan dan kepedulian antar kawan, dan apa sih yang di saring dari USM STAN di sini :
Tulisan ini merupakan tulisan pribadi berdasarkan pengamatan sekeliling. Yang lebih afdol tentu saja pengumuman resmi dari lembaga resmi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.
Tulisan ini bertema “Sudah kenalkah kalian dengan STAN? Sehingga berani untuk menjadi calon abdi bangsa di sini?
  1. Syarat USM
Piala seabrek, sertifikat sejagad, atau nilai rata-rata di atas 100, tidak mempengaruhi kelulusan USM. Di syarat hanya tertulis rata-rata nilai di atas 7,00 tanpa pembulatan. Dan untuk tahu bagaimana perhitungannya, bisa di cek di stan.ac.id. Masuk STAN tidak harus orang yang pintar. Tetapi orang yang mau berubah. Kalian akan merasakan anehnya USM STAN yang bisa ditembus oleh orang-orang yang biasa saja di akademik. Tapi wolaaa… saat sudah pendidikan kelak, orang-orang tersebut akan berubah menjadi lebih baik. Ya, USM STAN mencari orang yang bisa berubah lebih baik. Ada pelaku pecontek berat saat ujian nasional yang lolos USM STAN dan masuk STAN. Dan dia pun terheran-heran kenapa sekarang dia bisa betah untuk “tidak mencontek” dan “belajar giat” ketika ujian semester atau tengah semester berlangsung. Ingat, saat tes wawancara, semua kepribadian kalian akan di ubek-ubek oleh pewawancara. Jadi, stay tune.
  1. Lokasi Pendidikan
Ini yang mungkin tidak banyak tahu dari kalian-kalian yang ngebet masuk STAN. Tahu tidak? Kita tidak bisa memilih di mana kita akan ditempatkan dan dapat jurusan apa. Saat pendaftaran, kita hanya disuruh mengurutkan skala prioritas dari spesialisasi mana yang benar-benar kita inginkan. Namun endingnya? Tetap pihak pusat yang menentukan. Nah, untuk D1 atau D3 nya, sama saja! Yang menentukan pusat. Sialnya (sebagian menganggap kesialan), D1 itu lokasi pendidikannya menyebar di seluruh negeri. Mulai dari Medan sampai Manado. Rumornya sih tahun ini ada lokasi baru yaitu di Mataram. Tapi tidak tahu juga.
Saya mahasiswa prodip I Pajak BDK Manado. Kalian tahu saya asli mana? Jawa Timur! Hal yang bikin shock pertama kali. Kenapa begitu jauh saya mendapat lokasi pendidikan. Saya kira hanya segelintir orang yang mengalami nasib seperti saya. Namun, saat daftar ulang di BDK Manado, wolaaa.. semua mahasiswa sini memakai bahasa jawa. Artinya apa? Semuanya orang jawa. Mengenal lebih jauh lagi, hanya 6 anak di BDK Manado yang asli Manado itu sendiri. Bagaimana? Berani?

Prodip Keuangan STAN Tetap Menjadi Favorit Lulusan SMA/SMK


Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Tengah I kembali mendapat kepercayaan menjadi  “Panitia Daerah Pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru Program Diploma I Dan Diploma III Keuangan (Prodip) Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) Tahun 2014”.

Sebelumnya panitia penerimaan mahasiswa STAN Prodip Keuangan di wilayah Semarang selalu bergantian antara Kanwil Bea Cukai, Kanwil Perbendaharaan dan Kanwil DJP. Namun sejak tahun 2012 sampai dengan 2014 panitia penerimaan mahasiswa STAN Prodip Keuangan di wilayah Semarang dipercayakan kepada Kanwil DJP Jawa Tengah I.

Terdapat 27 lokasi penerimaan mahasiswa baru Prodip Keuangan STAN Tahun 2014 yang tersebar dari Banda Aceh hingga Jayapura dengan jumlah pendaftar sebanyak 93.911 orang. Dari jumlah tersebut, 6.885 peserta mendaftar di Semarang.  Tidak ada informasi dari pihak STAN mengenai berapa yang akan diterima, walaupun banyak peserta yang menanyakan hal ini.

Pengambilan BPU Ujian Saringan Masuk STAN di wilayah Semarang dilaksanakan pada 12 s.d. 20 Juni 2014 di Kanwil DJP Jawa Tengah I mulai pukul 07.30 WIB sampai dengan selesai. Tiap hari sekitar 1.000 orang melakukan verifikasi. Mereka datang dari berbagai daerah di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya, bahkan ada juga yang dari luar pulau Jawa, yaitu yang sudah kuliah di berbagai universitas di Semarang dan mencoba peruntungannya mendaftar di Prodip Keuangan STAN, dengan alasan masuk STAN adalah cita-citanya sejak dulu karena setelah lulus bisa langsung bekerja.

Cara Jitu "Menjebol" USM STAN

Pagi tadi saya baru keluar dari pintu gerbang belakang kampus STAN. Seorang Bapak membonceng seorang putrinya langsung menghampiri para satpam yang berada di posko. “Pak, kalau mau daftar STAN ke mana?” tanya Bapak itu. Saya hanya lewat dan tidak memperhatika pembicaraan lebih jauh. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Keuangan. Setiap mahasiswa di sini memiliki cerita masing-masing. Ada kisah di setiap perjuangan untuk masuk ke sini. Begitulah kami menyebutnya sebagai perjuangan. Bagi saya, masuk ke sini bukan tanpa halangan dan rintangan.

Saya mengenal STAN dari Bapak. Tahun 2001, saat saya baru saja pulang dari pemberian penghargaan tiga lulusan terbaik SMP pada waktu itu. Saya menduduki runner up dan sohib saya Dwi Wibowo (Sekarang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak Kemenkeu). Bapak waktu itu semangat sekali ingin saya masuk STAN. Masih bergumul dalam benak saya bahwa STAN itu sekolah keren. Ternyata Bapak mendapatkan inspirasi dari salah seorang Om saya, Rahmat Mulyono (sekarang menjadi Kepala Seksi di Direktorat Akuntansi dan Pelaporan, Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu). Setelah itu, saya tidak terlalu obsesi dengan yang namanya STAN sebenarnya.

Saat masuk SMA, guru-guru mulai antusias menceritakan SIPENMARU dan UMPTN. Saya saat itu masih culun dengan istilah-istilah itu. Konon di keluarga saya hanya Bapak yang lulus SIPENMARU di IKIP JAKARTA (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Saat itu saya kehilangan orientasi belajar, bahkan-mungkin-orientasi hidup. Akhirnya ada seseorang yang “menjerumuskan” saya kedalam jurang kebenaran dan keindahan Islam, ROHIS SMA N 1 Karanganyar. Di sana saya ketemu banyak ikhwah yang luar biasa. Rata-rata jadi bintang kelas. Sedangkan saya sendiri merasa ber-”bintang tujuh” (pusing) dengan pelajaran di kelas. Entah kenapa, saat itu saya sempat mengalami yang namanya “kehilangan kecerdasan” karena galau level kelurahan stadium 9.

Barangkali hanya saya yang nilai akademiknya paling ancur diantara para anggota Rohis. Setelah ikut berbagai kegiatan, dapat nasehat ini-itu dari para senior dan rekan-rekan organisasi, saya jadi move-on. Saya kagum dengan teman-teman alumni ROHIS yang diterima di perguruan tinggi negeri dengan jurusan favorit seperti teknik mesin, teknik elektro, kedokteran, farmasi, dan STAN. Senior di ROHIS yang masuk STAN diantaranya adalah Mas Swandoko dan Mas Shiddiq Gandhi. Keduanya sekarang bertugas di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu.