Jika
orang mengatakan “experience is the best teacher”, maka pengalamanku
September ini adalah mahagurunya. Berawal dari sebuah rencana ekspedisi
pendakian ke luar negeri yaitu Mount. Elbrus di Russia oleh organisasi
pecinta alam STAN, STAPALA. Mulai dari persiapan pencarian dana,
seleksi calon atlet, perijinan dll, akhirnya berangkatlah empat orang
pemuda yang telah ditempa selama berbulan-bulan. Saya , Prabu Kusuma
a.k.a Kus-Kus, Frassetto Dahniel a.k.a Gaek, dan yang paling muda Hifzil
Lahuda a.k.a Ijil.
Pada
tanggal keberangkatan diadakan upacara pelepasan atlet sebelum menuju
Bandara Soetta. Upacara yang sederhana namun cukup membuat saya merasa
menjadi harapan banyak orang. Dihadiri oleh teman-teman STAPALA, salah
satu orang tua atlet, beberapa senior dan tentu saja pelatih kami, Bang
Rachmad. Setelah sambutan demi sambutan selesai, kami berangkat. Tiga
mobil penuh dengan teman-teman ikut mengantar sampai bandara. Sekali
lagi, detik-detik menjelang boarding, jabat tangan, pelukan erat
teman-teman dan tepukan melayang ke pundak kami. Kalimat-kalimat
motivasi terlontar dari mulut mereka sambil melambaikan tangan. Sampai
ketemu 12 hari lagi
Minggu,
04 September 2011 dini hari ,kami take off, terbang menggunakan pesawat
Fly Emirates seat kelas ekonomi menuju Moscow. Inilah kali pertama
saya naik pesawat, ternyata enak juga ya terbang hehe… Setelah menempuh
perjalanan selama delapan jam, kami transit di bandara Dubai. Bandara
yang katanya mewah ini memang benar adanya. Bisa dibilang ini bukan
bandara, tapi mal yang super duper besar. Barang-barang merk
internasional ada disini, pun dengan kulinernya, mulai dari masakan
orang item, orang mancung, orang geleng-geleng, hingga orang sipitpun
ada. Oh iya, kami sempat lihat Timnas senior Indonesia sedang makan di
salah satu restoran bandara. Mereka juga transit di Dubai usai laga
tandang di Iran






